INDONESIA RAYA

Indonesia tanah air beta pusaka abadi nan jaya

BUKUKU

seribu buku................................

catur

bermain catur bersama-sama sungguh senangnya

ini buku

biar pintar banyak-banyaklah membaca buku

iklan buku

yuk mari kitabeli buku biar banyak referensi....

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

PERKEMBANGAN ANAK

A. PENDAHULUAN 
Dalam Hurlock, 1980 tugas perkembangan pada masa anak-anak adalah sebagai berikut: a) Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum. b) Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh. c) Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya d) Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat e) Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung  f) Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari g) Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata dan tingkatan nilai h) Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga i) Mencapai kebebasan pribadi.
Perkembangan seorang anak seperti yang telah banyak terurai di atas, tidak hanya terbatas pada perkembangan fisik saja tetapi juga pada perkembangan mental, sosial dan emosional. Selain itu, ada beberapa perkembangan yang terdapat dalam proses perkembangan pada anak, diantaranya adalah perkembangan emosi dan perkembangan bermain. 
B. ISI
1. Perkembangan emosi
a. Pola Perkembangan Anak
Secara emosional kemampuan untuk bereaksi sudah ada sejak bayi itu lahir. Namun bayi tidak memperlihatkan reaksi keadaan emosional yang spesifik. Bayi yang baru lahir biasanya mempunyai reaksi yang sederhana mengesankan tentang kesenangan dan ketidaksenangan. Sebelum bayi berusia 1 tahun, ekspresi emosional diketahui serupa dengan ekspresi orang dewasa. Dengan meningkatnya usia anak, reaksi emosional mereka menjadi kurang menyebar, kurang sembarangan, dan lebih dapat dibedakan.  Emosi dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak karena beberapa alasan karena:
Emosi menambah rasa nikmat bagi pengalaman sehari-hari
Bahkan emosi seperti kemarahan dan ketakutan juga menambah rasa nikmat bagi kehidupan dengan memberikan suatu kegemiraan. Kenikmatan tersebut terutama ditimbulkan oleh akibat yang menyenangkan.
Emosi menyiapkan tubuh untuk melakukan tindakan
Emosi yang semakin kuat akan semakin mengguncangkan keseimbangan tubuh untuk persiapan bertindak. Jika persiapan ini ternyata tidak berguna, anak akan gelisah dan tidak tenang.
Ketegangan emosi mengganggu keterampilan motorik
Persiapan tubuh untuk bertindak ternyata menimbulkan gangguan pada keterampilan motorik sehingga anak menjadi canggung dan dapat menyebabkan timbulnya gangguan bicara seperti bicara yang tidak jelas dan menganggap.
Emosi merupakan suatu bentuk komunikasi
Melalui perubahan mimik wajah dan fisik yang menyertai emosi, anak-anak dapat mengonsumsikan perasaan mereka kepada orang lain dan mengenal berbagai jenis perasaan orang lain.
Emosi mengganggu aktivitas mental
Karena kegiatan mental seperti konsentrasi, pengingatan, penalran dan lain-lain sangat mudah dipengaruhi oleh emosi yang kuat, anak-anak menghasilkan prestasi di bawah kemampuan intelektual mereka apabila emosi mereka terganggu.
Emosi merupakan sumber penilaian diri dan sosial
Orang dewasa menilai anak dari cara anak mengekspresikan emosi dan emosi apa saja yang dominan. Perlakuan orang dewasa yang didasarkan atas penilaian tersebut merupakan dasar bagi anak untuk melakukan penilaian diri.
Emosi mewarnai pandangan anak terhadap kehidupan
Bagaimana anak-anak memandang peran mereka dalam kehidupan dan posisi mereka dalam kehidupan dan posisi mereka dalam kelompok sosial dipengaruhi oleh emosi yang ada pada tempat seperti malu, takut, agresif, ingin tahu atau bahagia.
Emosi mempengaruhi interaksi sosial
Semua emosi, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan mendorong interaksi sosial. Melalui emosi anak belajar cara mengubah perilaku agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan dan ukuran kelas sosial.
Emosi memperlihatkan kesannya pada ekspresi wajah
Emosi yang menyenangkan akan mempercantik wajah anak-anak, sadangkan emosi yang tidak menyenagkan akan menyuramkan wajah dan menyebabkan anak-anak jadi kurang menarik. Karena umumnya orang tertarik atau tidak, tergantung pada ekspresi wajah, emosi memainkan peran penting bagi penerimaan sosial.
Emosi mempengaruhi suasana psikologis
Baik di rumah, sekolah, tetangga ataupun pada kelompok bermain, emosi anak akan mempengaruhi suasana psikologis yang terjadi, demikian juga sebaliknya. Anak yang temper tantrum menjengkelkan dan mempermalu orang lain, sehingga mengubah suasana psikologis kepada kemarahan dan kebencian. Hal ini membuat anak merasa tidak dicintai dan tidak diinginkan.
Reaksi emosional apabila diulang-ulang akan berkembang menjadi kebiasaan
Setiap ekspresi emosi yang memuaskan anak akan diulang-ulang, pada suatu saat yang tertentu akan berkembang menjadi kebiasaan. Dengan tumbuhnya anak, jika mereka menjumpai reksi sosial yang tidak menyenangkan, mereka akan mendapatkan kesukaran untuk mengubah kebiasaan.
b. Kondisi yang mempengaruhi perkembangan emosi
Sejumlah studi tentang emosi anak telah menyingkapkan bahwa perkembangan emosi mereka bergantung sekaligus pada faktor pemtangan (maturation) dan faktor belajar, dan tidak semata-mata bergantung pada salah satunya. Reaksi emosional yang tidak muncul pada awal masa kehidupan tidak berarti tidak ada. Reaksi emosional itu mungkin akan muncul di kemudian hari, dengan adanya pematangan dan sistem indoktrin.
Pematangan dan belajar berjalin erat satu sama lain akan mempengaruhi perkembangan emosi sehingga pada saatnya akan sulit untuk menentukan dampak relatifnya. Bukti tentang peran yang dimainkan faktor pematangan dan faktor belajar dalam perkembangan emosi diantaranya:
Peran Pematangan
Perkembangan intelektual menghasilkan kemampuan untuk memahami makna yang sebelumnya tidak dimengerti, memperhatikan satu rangsangan dalam jangka waktu yang lebih lama dan memutuskan ketegangan emosi pada satu obyek. Demikian pula, kemampuan mengingat dan menduga mempengaruhi reaksi emosional. Dengan demikian, anak-anak menjadi reaktif terhadap rangsangan yang tadinya tidak mempengaruhi merekaa pada usia yang lebih muda.
Peran Belajar
Lima jenis kegiatan belajar turut menunjang pola perkembangan emosi pada masa kanak-kanak. Metode belajar apa saja yang ada dan bagaimana metode tersebut menunjang perkembangan emosi anak-anak. Sebagai contoh bayi yang baru lahir tidak mampu mengekspresikan kemarahan kecuali dengan menangis. Dengan adanya kematangan sistem syaraf dan otot, anak-anak mengembangkan potensi untuk barbagai macam reaksi. Pengalaman belajar mereka akan menentukan reaksi potensial mana yang akan mereka gunakan untuk menyatakan kemarahan.
c. Metode belajar yang menunjang perkembangan emosi
Belajar secara coba dan ralat
Anak belajar secara coba-coba untuk mengekspresikan emosi dalam bentuk perilaku yang memberikan pemuasan terbesar kepadanya dan menolak perilaku yang memberikan pemuasan sedikit atau sama sekali tidak memberikan pemuasan.
Belajar dengan cara meniru
Dengan cara mengamati hal yang membangkitkan emosi tertentu pada orang lain, anak-anakbereaksi dengan emosi dan metode ekspresi yang sama dengan orang lain yang diamati.
Belajar dengan cara mempersamakan diri
Sama dengan belajar secara menirukan yaitu anak menirukan reaksi emosional orang lain dan tergugah oleh rangsangan yang sama dengan rangsangan yang telah membangkitkan emosi orang yang ditiru.
Belajar melalui pengkondisian
Pengkondisian berarti belajar dengan cara asosiasi. Dalam metode ini obyek dan situasi yang pada mulanya gagal memancing reaksi emosional kemudian dapat berhasil dengan cara asosiasi. Metode ini berhubungan dengan aspek rangsangan, bukan dengan aspek reaksi.
Pelatihan
Pelatihan (training) atau belajar dibawah bimbingan dan pengawasan, terbatas pada aspek reaksi. Dengan pelatihan, anak-anak dirangsang untuk bereaksi terhadap rangsangan yang biasanya membangkitkan emosi yang menyenangkan dan dicegah agar tidak bereaksi secara emosional terhadap rangsangan yang membangkitkan emosi yang tidak menyenangkan.
d. Ciri khas emosi anak
Emosi anak kecil berbeda dengan emosi anak yang lebih tua tau orang dewasa. Pola emosi secara umum: 
Rasa takut
Kekuatan tertentu pada secara khas dijumpai pada usia tertentu dan karenanya disebut sebagai ketakutan yang khas untuk taraf usia tersebut. Rangsangan yang pada umumnya menimbulkan rasa takut pada bayi ialah suara keras, binatang, kamar yang gelap, tempat yang tinggi, berada seorang diri, rasa sakit, orang yang tidak dikenal, tempat dan obyek yang tidak dikenal.
Rasa marah
Rasa marah adalah ekspresi yang lebih sering diungkapkan pada masa kanak-kanak jika dibandingkan dengan rasa takut. Kemarahan merupakan cara yang efektif untuk memperolah perhatian atau memenuhi keinginan mereka.
Rasa cemburu
Rasa cemburu adalah reaksi normal terhadap kehilangan kasih sayang yang nyata, dibayangkan, atau ancaman kehilangan kasih sayang.
Dukacita
Dukacita adalah trauma psikis, suatu kesengsaraan emosional yang ditimbulkan oleh hilangnya sesuatu yang dicintai.
e. Kondisi yang ikut mempengaruhi emosi dominan
Kondisi kesehatan
Suasana rumah
Cara mendidik anak
Hubungan dengan para anggota keluarga
Hubungan dengan teman sebaya
Perlindungan yang berlebih-lebihan
Aspirasi orang tua
Bimbingan


2. PERKEMBANGAN BERMAIN
a. Arti Bermain 
Bermain (play) merupakan istilah yang digunakan secara bebas sehingga arti utamanya mungkin hilang. Atau diartikan sebagai setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Kegiatan bermain adalah kegiatan yang tidak mempunyai peraturan lain kecuali yang ditetapkan pemain sendiri dan tidak ada hasil akhir yang dimaksudkan dalam realitas luar.
b. Pengaruh bermain bagi perkembangan anak
Perkembangan fisik
Bermain aktif penting bagi anak untuk mengembnagkan otot dan melatih seluruh bagian tubuhnya. Bermain juga berfungsi sebaagai penyalur tenaga yang berlebihan yang bila terpendam terus akan membuat anak tegang, geli dan mudah tersinggung.
Dorongan berkomunikasi
Agar dapat bermain dengan baik bersama yang lain, anak harus belajar berkomunikasi dalam arti mereka dapat mengerti dan sebaliknya mereka harus belajar mengerti apa yang dikomunikasikan anak lain.
Penyaluran bagi energi emosional yang terpendam
Kebutuhan dan keinginan yang tidak dapat dipenuhi dengan caara lain seringkali dapat dipenuhi dengan bermain. Anak tidak mmpu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata mungkin akan memperolah pemenuhan keinginan itu dengan menjadi pemimpin tentara mainan.
Sumber belajar
Bermain memberi kesempatan untuk mempelajari berbagai hal melalui buku, televisi, atau menjelajah lingkungan yang tidak diperoleh anak dari belaajar di rumah atau sekolah.
Rangsangan bagi kreativitas
Melalui eksperimen dalam bermain, anak-anak menemukan bahwa merancang sesuatu yang berbeda dan baru dapat menimbulkan kepuasan. Selanjutnya mereka dapat mengalihkan minat kreatifnya ke situasi di luar dunia bermain anak.
Perkembangan wawasan diri
Dengan bermain anak mengetahui tingkat kemampuannya dibandingkan dengan temannya bermain. Ini memungkinkan mereka untuk mengembangkan konsep dirinya dengan lebih pasti dan nyata.
Belajar bermasyarakat
Dengan bermain bersama anak lain. Mereka belajar bagaimana membentuk hubungan sosial dan bagaimana menghadapi dan memecahkan masalah yang timbul dalam hubungan tersebut.
Standar moral
Walaupun anak belajar di rumah dan di sekolah tentang apa saja yang dianggap baik dan buruk oleh kelompok , tidak ada pemaksaan standar moral paling teguh selain dalam kelompok bermain.
Belajar bermain sesuai dengan jenis kelamin
Anak belajar di rumah dan di sekolah mengenai apa saja peran jenis kelamin yang disetujui. Akan tetapi, mereka segera menyadari bahwa mereka juga harus menerimanya bila ingin menjadi anggota kelompok bermain.
Perkembangan ciri pribadi
Dari hubungan dengan anggota kelompok teman sebaya dalam bermain, anak belajar bekerja sama, murah hati, jujur, sportif dan disukai orang.
c. Tahapan Perkembangan Bermain
Tahapan eksplorasi
Hingga bayi berusia sekitar 3 bulan, permainan mereka terutama terdiri atas melihat orang dan benda serta melakukan usaha acak untuk menggapai benda yang diacungkan dihadapannya. Selanjutnya, mereka dapat mengendalikan tangan sehingga cukup memungkinkan bagi mereka untuk mengambil, memegang dan mempelajari benda kecil. Setelah mereka dapat merangkak atau berjalan, mulai memperhatikan apa saja yang berada dalam jarak jangkauannya.
Tahapan permainan
Beramain barang mainan dimulai pada tahun pertama dan mencapaai puncaknya pada usia antara 5 dan 6 tahun. Pada mulanya anak hanya mengeksplorasi mainannya. Antara 2 dan 3 tahun, mereka membayangkan bahwa mainannya mempunyai sifat hidup dapat bergerak, berbicara, dan merasakan. Dengan semakin berkembangnya kecerdasan anak, mereka tidak lagi menganggap benda mati sebagai sesuatu yang hidup dan hal ini mengurangi minatnya pada barabg mainan. Faktor lain yang mendorong penyusutan minat dengan barang mainan ini adalah bahwa permaian itu sifatnya menyendiri sedangkan mereka menginginkan teman. Setelah masuk sekolah, kebanyakan anak menganggap bermain barang mainan sebagai “permainan bayi”.
Tahapan bermain
Setelah masuk sekolah, jenis permainan mereka sangat beragam. Semula, mereka meneruskan bermain dengan barang mainan, terutama bila sendirian, selain itu mereka merasa tertarik denagn permainan, olah raga, hobi, dan bentuk permainan matang lainnya.
Tahap melamun
Semakin mendekati masa puber, mereka mulai kehilangan  minat dalam permainan yang sebelumnya disenangi dan banyak menghabiskan waktunya dengan melamun. Melamun, yang merupakan ciri khas anak remaja, adalah saat berkorban, saat mereka menganggap dirinya tidak diperlakukan dengan baik dan tidak dimengerti oleh siapapun.
d. Faktor Yang Mempengaruhi Permainan Anak
Kesehatan
Semakin sehat anak semakin banyak energinya untuk bermain aktif.
Perkembangan motorik
Pengendalian motorik yang baik memungkinkan anak terlibat dalam permaian aktif.
Intelegensi
Anak yang pandai menunjukkan keseimbangan perhatian bermain yang lebih besar, termasuk upaya menyeimbangkan faktor fisik dan intelektual yang nyata.
Jenis kelamin
Anak laki-laki bermain lebih kasar ketimbang anak perempuan dan lebih menyukai permainan dan olahraga ketimbang jenis permainan lain.
Lingkungan 
Anak dari lingkungan buruk, kurang waktu, peralatandan ruang.
Status sosial ekonomi
Anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi lebih menyukai kegiatan yang mahal, seperti lomba atletik, bermain sepatu roda, sedangkan mereka dari kalangan bawah terlihat dalam kegiatan yang tidak mahal.
Jumlah waktu bebas
Jumlah waktu bermain terutama bergantung pada status ekonomi keluarga.
Peralatan bermain
Peralatan permaian yang dimiliki anak mempengaruhi permainannya.



C. KESIMPULAN
Perkembangan emosi pada anak sebenarnya sulit diukur. Variasi emosi pada anak juga banyak. Variasi ini sangat bergantung dengan kondisi lingkungan anak, jadi emosi itu menentukan respon apa yang diberikan pada lingkungannya. Emosi ini juga kebutuhan lho, jadi anak perlu untuk memperlihatkan emosinya, bisa dikatakan terpenuhi kebutuhan emosinya jika emosi yang dikeluarkan dapat dikendalikan dengan baik.
Emosi sangat memainkan peranan penting dalam kehidupan, meskipun demikian sangat sukar mempelajari perkembangan emosi anak, karena informasi tentang aspek emosi yang subyektif hanaya dapat diperoleh dengan cara introspeksi, sedangkan anak tidak dapat menggunakan cara tersebut dengan baik karena mereka masih berusia sangat mudah.
Bermain merupakan proses alamiah dan naluriah yang berfungsi sebagai nutrisi dan gizi bagi kesehatan fisik dan psikis anak dalam masa perkembangannya. Aktivitas bergerak (moving) dan bersuara (noice) menjadi sarana dan proses belajar yang efektif buat anak, proses belajar yang tidak sama dengan belajar secara formal di sekolah. Bisa dianalogikan bahwa bermain sebagai sebuah praktik dari teori sosialisasi dengan lingkungan anak. Dengan bermain, anak bisa merasa bahagia. Rasa bahagia inilah yang menstimulasi syaraf-syaraf otak anak untuk saling terhubung, sehingga membentuk sebuah memori baru Memori yang indah akan membuat jiwanya sehat, begitupun sebaliknya. Karena itu, banyak manfaat dari bermain untuk mengoptimalkan perkembangan anak
Bermain bagi anak dapat menyeimbangkan motorik kasar seperti berlari, melompat atau duduk, serta motorik halus seperti menulis, menyusun gambar atau balok, menggunting dan lain-lain. Keseimbangan motorik kasar dan halus akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak. Secara tidak langsung, permainan merupakan perencanaan psikologis bagi anak untuk mencapai kematangan dan keseimbangan di masa perkembangannya

Semua orang tua pasti menyayangi anak-anaknya, bersedia melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, bentuk kasih sayang yang kurang bijaksana seringkali membelenggu kebebasan jiwa anak. Anak adalah jiwa yang bernyawa, hati yang berperasaan dan jasad yang berpemikiran. Biarkan anak bahagia dengan dunianya, karena kebahagiaan di masa kecil turut menentukan kualitas hidupnya di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA
“Tugas-tugas Perkembangan Anak”. Tersedia pada http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/11/19/tugas-tugas-perkembangan-anak/. Dikutip pada tanggal 12 Juli 2011.
http://silmya.wordpress.com/2010/11/03/perkembangan-emosi-anak/
http://niahidayati.net/manfaat-bermain-bagi-perkembangan-anak.html
Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak Jilid 1. Indonesia: Erlangga.

ANALISIS FENOMENA dalam BIDANG PENDIDIKAN

TUGAS ANALISIS FENOMENA dalam BIDANG PENDIDIKAN
Tema : Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur
Dosen Pengampu: Sumarno, M.A.Ph.D









Oleh:
NADRA YUNIA AYUNINGTYAS
10102241026/2A








PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011

Terdapat banyak sekali fenomena-fenomena yang bermunculan di sekitar kita. Salah satu fenomena yang muncul di tengah-tengah kita baru-baru ini adalah tentang tingginya angka pengangguran lulusan Perguruan Tinggi. Di sekitar tempat tinggal saya saja terdapat beberapa lulusan Perguruan Tinggi yang bisa dikatakan menganggur. Belum ada pekerjaan yang pasti bagi mereka.
Sementara itu, menurut hasil riset yang saya baca dari salah satu artikel dengan alamat web : http.//suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/02/15/78005/30-Persen-Lulusan-Perguruan-Tinggi-Menganggur (artikel ada dihalaman selanjutnya) mengatakan bahwa 30 persen lulusan Perguruan Tinggi menganggur selama periode 2009-2010. Diperkirakan ada sekitar 600 ribu lulusan, dan angka tersebut berpotensi mengalami kenaikan setiap tahunnya. Apabila kenaikan terjadi secara terus-menerus tentu saja akan mengakibatkan Indonesia dipenuhi oleh pengangguran sarjana.
 Ironi memang, karena sejatinya Perguruan Tinggi merupakan suatu tingkatan yang tertinggi dalam bidang pendidikan, yang notabene kecerdasan serta pengetahuannya sudah tidak diragukan lagi. Jika dibandingkan dengan lulusan tingkat pendidikan yang ada dibawahnya (SD, SMP, SMA). Namun dari hasil riset Kemendiknas, 30 persen lulusan Perguruan Tinggi itu menganggur bukan dikarenakan kurangnya kecerdasan serta pengetahuan mereka. Semua itu terjadi akibat adanya kesenjangan dan atau ketidak cocokan antara kualifikasi lulusan dengan lowongan pekerjaan yang tersedia. 
Memang ketimpangan tersebut tidak mudah diatasi karena sejatinya sebuah instansi tidak mungkin menerima seorang lulusan yang akan dipekerjakan bukan pada bidang keahliannya. Seperti contoh : perusahaan konveksi tidak akan menerima lulusan dari jurusan Pendidikan Biologi karena tidak ada sinkronisasi diantara keduanya.
Selain sebab diatas, saya berpendapat bahwa lulusan Perguruan Tinggi telah dibentuk sedemikian rupa agar mereka menjadi intelektual yang handal nantinya tanpa membekalinya keterampilan kerja. Mereka hanya diprioritaskan untuk bekerja di kantoran. Padahal antara lowongan pekerjaan denga yang memutuhkan pekerjaan lebih banyak yang membutuhkan pekerjaan.
Selanjutnya adalah masalah pengalaman bekerja. Banyak dari lulusan Perguruan tinggi tidak mempunyai pengalaman bekerja sma sekali. Ketiadaan pengalaman kerja tersebut karena mereka tidak dapat memanfaatkanwaktu serta peluang semaksimal mungkin. Waktunya terkadang hanya digunakan untuk kuliah dan selebihnya untuk bermain.
Menjawab tentang berbagai pertanyaan diatas, sebenarnya pengangguran dapal diatasi dengan beberapa solusi, di antaranya :
1. Dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang bursa kerja dan atau lowongan pekerjaan.
2. Menambah keterampilan/life skill guna menunjang pengetahuan yang telah didapat dari Perguruan Tinggi. Apabila keterampilan yang didapat di Perguruan Tinggi dirasa masih kurang, alangkah baiknya jika kita menambahnya dengan mengikuti kursus keterampilan di luar.
3. Selanjutnya adalah pintar-pintarlah memanfaatkan waktu serta peluang sebaik mungkin dengan ikut magang kerja sambil kuliah. Selain mendapatkan upah, magang kerja juga memiliki manfaat lain dari menambah pengetahuan sapai pengalaman dalam dunia kerja. Dengan pengalaman yang sudah diperolehnya tersebut, niscaya tak akan sulit mendapatkan pekerjaan di kemudian hari.
4. Yang terakhir adalah dengan menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa harus mencari pekerjaan. Sebagai lulusan Perguruan Tinggi sudahlah pasti mereka dibekali dengan ilmu kewirausahaan yang dapat mereka terapkan didalam kehidupannya.
Semoga kedepannya lulusan Perguruan Tinggi tidak menganggur lagi karena sebab-sebab yang telah kita bahas tadi diatas. Saya sebagai mahasiswa tidak akan pesimis dengan suatu pertanyaan yang bahkan kekhawatiran yang mungkin mencuat dalam setiap pikiran para mahasiswa. Apakah setelah lulus nanti kita akan bekerja atau akan menambah angka pengangguran yang bertitle sarjana? pertanyaan serta kekhawatiran tersebut akan saya musnahkan dengan rasa optimis agar dapat mencari celah-celah kecil yang menuntun sampai pada pekerjaan yang diinginkan.















Artikel Acuan :

15 Februari 2011 | 16:48 wib
30 Persen Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur
Jakarta, CyberNews. Sebanyak 30 persen lulusan perguruan tinggi tidak terserap di dunia kerja setiap tahunnya. Kementerian Pendidikan Nasional menduga, hal itu disebabkan karena ketidakcocokan antara kulifikasi lulusan dengan lowongan perkerjaan yang tersedia.
“Pada periode 2009-2010 lalu, jumlah lulusan perguruan tinggi swasta maupun negeri yang masih menganggur sekitar 600 ribu orang. Jumlah tersebut berpotensi naik setiap tahun. Sebab, sekitar 30 persen dari 200 ribu mahasiswa yang diwisuda, tidak terserap di dunia kerja,” kata Wakil Mendiknas, Fasli Jalal, Selasa (15/2).
Menurutnya, persoalan tidak sebatas pada kualitas lulusan. Sebab, munculnya pengangguran terdidik terebut tidak semata disebabkan karena mereka tidak mampu secara keilmuan. “Faktor lainnya adalah kualifikasi lulusan. Kualifikasi lulusan perguruan tinggi kesulitan mencari lowongan kerja yang sesuai. Hasil pemetaan dari Kemendiknas menyebutkan, memang terdapat beberapa jurusan yang sudah bisa dikatakan jenuh,” ujarnya.
Dia berharap, lingkungan industri bisa terus berkembang. Sehingga, bisa menambah banyak kualifikasi lowongan pekerjaan yang tersedia. Dikatakan, hingga sekarang pihaknya masih kesulitan untuk mencari tahu struktur kebutuhan yang ada di dunia kerja. “Struktur tersebut bisa digunakan sebagai acuan perkembangan kurikulum yang ada di perguruan tinggi,” tandasnya.
Terpisah, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, perguruan tinggi harus bertanggung jawab dengan munculnya pengangguran terdidik. “Hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri harus lebih kuat. Perguruan tinggi harus membuat career development,” katanya saat mengunjungi bursa kerja di Universitas Indonesia, pekan lalu.
Sumber :http.//suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/02/15/78005/30-Persen-Lulusan-Perguruan-Tinggi-Menganggur



ARKIB : 27/07/2008
Pelajar semakin berani merokok di sekolah
KUALA TERENGGANU 26 Julai - Tabiat merokok di kalangan pelajar di negara ini semakin sukar dikawal apabila terdapat sebahagian daripada mereka tanpa segan-silu melakukan perbuatan itu di kawasan sekolah.Timbalan Menteri Pelajaran, Datuk Razali Ismail yang bimbang dengan perkembangan itu berkata, ramai pelajar lelaki didapati merokok termasuk di kawasan sekolah dan perkara ini perlu dibendung sebelum menjadi lebih parah.
Justeru, beliau mengarahkan semua Pegawai Pendidikan Daerah (PPD) supaya memastikan sekolah di kawasan masing-masing bebas daripada gejala merokok.
''Masalah ini boleh diatasi jika semua pihak termasuk ibu-bapa memainkan peranan masing-masing dan bekerjasama dengan pihak sekolah dalam memastikan anak tidak merokok.
''Tabiat merokok boleh menjejaskan kesihatan dan sebab itu kementerian memandang serius masalah ini," katanya.
Beliau berkata demikian ketika ditemui selepas merasmikan Karnival Jom Tangani Stres & Tanpa Kuman Makanan Selamat Negeri Terengganu 2008 di Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Bandar, di sini hari ini.
Menurutnya, Kementerian Pelajaran memandang serius masalah pelajar sekolah merokok dan dalam usaha membasmi tabiat buruk itu, pelbagai kempen anti merokok diadakan.
Terdahulu dalam ucapannya, Razali yang juga Ahli Parlimen Kuala Terengganu memberitahu, bagi mempromosikan Kempen Menangani Stres & Tanpa Kuman Makanan Selamat, pelbagai pendekatan digunakan termasuk melalui saluran media.
Menurutnya, untuk membolehkan masyarakat menangani tekanan, mereka memerlukan kemahiran dan keyakinan diri.
''Kita percaya aspek pendidikan kesihatan termasuk tekanan dan cara menanganinya mesti diterapkan pada peringkat awal atau semasa zaman persekolahan lagi," ujarnya.
sumber:http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2008&dt=0727&pub=Utusan_Malaysia&sec=Dalam_Negeri&pg=dn_13.htm


Komunikasi nonverbal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.
Jenis-jenis komunikasi nonverbal
Komunikasi objek
Komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe. Misalnya orang sering lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. Selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. Contoh lain dari penggunaan komunikasi objek adalah seragam.
Sentuhan
Haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.
Kronemik
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).[1]
Gerakan tubuh
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan. 
Proxemik
Proxemik atau bahasa ruang, yaitu jarak yang Anda gunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain, termasuk juga tempat atau lokasi posisi Anda berada. Pengaturan jarak menentukan seberapa jauh atau seberapa dekat tingkat keakraban Anda dengan orang lain, menunjukkan seberapa besar penghargaan, suka atau tidak suka dan perhatian Anda terhadap orang lain, selain itu juga menunjukkan simbol sosial. Dalam ruang personal, dapat dibedakan menjadi 4 ruang interpersonal :
Jarak intim
Jarak dari mulai bersentuhan sampai jarak satu setengah kaki. Biasanya jarak ini untuk bercinta, melindungi, dan menyenangkan.
Jarak personal
Jarak yang menunjukkan perasaan masing - masing pihak yang berkomunikasi dan juga menunjukkan keakraban dalam suatu hubungan, jarak ini berkisar antara satu setengah kaki sampai empat kaki.
Jarak sosial
Dalam jarak ini pembicara menyadari betul kehadiran orang lain, karena itu dalam jarak ini pembicara berusaha tidak mengganggu dan menekan orang lain, keberadaannya terlihat dari pengaturan jarak antara empat kaki hingga dua belas kaki.
Jarak publik
Jarak publik yakni berkisar antara dua belas kaki sampai tak terhingga.[ 
Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti "mm", "e", "o", "um", saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.[5]
Lingkungan
Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.[6]
Variasi budaya dalam komunikasi nonverbal
Budaya asal seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur, budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb. Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata langsung, sedangkan orang Timur Tengah, India dan Amerika Serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat dipercaya. 












KOMUNIKASI NONVERBAL
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Secara teoritis komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal dapat dipisahkan. Namun dalam kenyataannya, kedua jenis komunikasi ini saling jalin menjalin, saling melengkapi dalam komunikasi yang kita lakukan sehari-hari.
Klasifikasi pesan nonverbal.
Jalaludin Rakhmat (1994) mengelompokkan pesan-pesan nonverbal sebagai berikut:
Pesan kinesik. Pesan nonverbal yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti, terdiri dari tiga komponen utama: pesan fasial, pesan gestural, dan pesan postural.
Pesan fasial menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling sedikit sepuluh kelompok makna: kebagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman, minat, ketakjuban, dan tekad. Leathers (1976) menyimpulkan penelitian-penelitian tentang wajah sebagai berikut: a. Wajah mengkomunikasikan penilaian dengan ekspresi senang dan taksenang, yang menunjukkan apakah komunikator memandang objek penelitiannya baik atau buruk; b. Wajah mengkomunikasikan berminat atau tak berminat pada orang lain atau lingkungan; c. Wajah mengkomunikasikan intensitas keterlibatan dalam situasi situasi; d. Wajah mengkomunikasikan tingkat pengendalian individu terhadap pernyataan sendiri; dan wajah barangkali mengkomunikasikan adanya atau kurang pengertian.
Pesan gestural menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan tangan untuk mengkomunikasi berbagai makna.
Pesan postural berkenaan dengan keseluruhan anggota badan, makna yang dapat disampaikan adalah: a. Immediacy yaitu ungkapan kesukaan dan ketidak sukaan terhadap individu yang lain. Postur yang condong ke arah yang diajak bicara menunjukkan kesukaan dan penilaian positif; b. Power mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator. Anda dapat membayangkan postur orang yang tinggi hati di depan anda, dan postur orang yang merendah; c. Responsiveness, individu dapat bereaksi secara emosional pada lingkungan secara positif dan negatif. Bila postur anda tidak berubah, anda mengungkapkan sikap yang tidak responsif.
Pesan proksemik disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnya dengan mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain.
Pesan artifaktual diungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, dan kosmetik. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap, orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya (body image). Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian, dan kosmetik.
Pesan paralinguistik adalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan dengan cara mengucapkan pesan verbal. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan secara berbeda. Pesan ini oleh Dedy Mulyana (2005) disebutnya sebagai parabahasa.
Pesan sentuhan dan bau-bauan. 
Alat penerima sentuhan adalah kulit, yang mampu menerima dan membedakan emosi yang disampaikan orang melalui sentuhan. Sentuhan dengan emosi tertentu dapat mengkomunikasikan: kasih sayang, takut, marah, bercanda, dan tanpa perhatian.
Bau-bauan, terutama yang menyenangkan (wewangian) telah berabad-abad digunakan orang, juga untuk menyampaikan pesan –menandai wilayah mereka, mengidentifikasikan keadaan emosional, pencitraan, dan menarik lawan jenis.
Fungsi pesan nonverbal.
Mark L. Knapp (dalam Jalaludin, 1994), menyebut lima fungsi pesan nonverbal yang dihubungkan dengan pesan verbal:
1. Repetisi, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal. Misalnya setelah mengatakan penolakan saya, saya menggelengkan kepala.
2. Substitusi, yaitu menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya tanpa sepatah katapun kita berkata, kita menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-anggukkan kepala.
3. Kontradiksi, menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan verbal. Misalnya anda ’memuji’ prestasi teman dengan mencibirkan bibir, seraya berkata ”Hebat, kau memang hebat.”
4. Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya, air muka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata.
5. Aksentuasi, yaitu menegaskan pesan verbal atau menggarisbawahinya. Misalnya, anda mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul meja.
Sementara itu, Dale G. Leathers (1976) dalam Nonverbal Communication Systems, menyebutkan enam alasan mengapa pesan verbal sangat signifikan. Yaitu:
a. Factor-faktor nonverbal sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal. Ketika kita mengobrol atau berkomunikasi tatamuka, kita banyak menyampaikan gagasan dan pikiran kita lewat pesan-pesan nonverbal. Pada gilirannya orang lainpun lebih banya ’membaca’ pikiran kita lewat petunjuk-petunjuk nonverbal.
b. Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan noverbal ketimbang pesan verbal. 
c. Pesan nonverbal menyampaikan makna dan maksud yang relatif bebas dari penipuan, distorsi, dan kerancuan. Pesan nonverbal jarang dapat diatur oleh komunikator secara sadar.
d. Pesan nonverbal mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi. Fungsi metakomunikatif artinya memberikan informasi tambahan yang memeperjelas maksud dan makna pesan. Diatas telah kita paparkan pesan verbal mempunyai fungsi repetisi, substitusi, kontradiksi, komplemen, dan aksentuasi.
e. Pesan nonverbal merupakan cara komunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan pesan verbal. Dari segi waktu, pesan verbal sangat tidak efisien. Dalam paparan verbal selalu terdapat redundansi, repetisi, ambiguity, dan abtraksi. Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran kita secara verbal.
f. Pesan nonverbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat. Ada situasi komunikasi yang menuntut kita untuk mengungkapkan gagasan dan emosi secara tidak langsung. Sugesti ini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implisit (tersirat).

KELEMAHAN INDIKATOR EKONOMI DALAM MENCAPAI KESEJAHTERAAN “ DANA BOS (Bantuan Operasional Sekolah) “


KELEMAHAN INDIKATOR EKONOMI DALAM MENCAPAI KESEJAHTERAAN 
“ DANA BOS (Bantuan Operasional Sekolah) “
Tugas Mata Kuliah Ilmu Kesejahteraan Sosial
Dosen Pengampu Al. Setya Rohadi, M. Kes







NADRA YUNIA AYUNINGTYAS
10102241026










PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011



ARTIKEL :

KORUPSI DANA PENDIDIKAN
Rp 4,5 Miliar "Bablas" di SDN RSBI 12
Selasa, 30 November 2010 | 12:33 WIB


ILUSTRASI: Temuan BPK mencatat, bukti transaksi yang dipertanggungjawabkan SDN RSBI Rawamangun 12 sebesar Rp 269 juta sebenarnya tidak dibuat pada tanggal transaksi, karena materai yang digunakan itu belum diterbitkan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Dari tujuh sekolah di DKI Jakarta yang terindikasi merugikan keuangan negara/daerah senilai Rp 5,7 miliar menurut temuan Badan Pemerika Keuangan (BPK) Perwakilan Jakarta, potensi kerugian terbesar terjadi di SDN RSBI Rawamangun 12 Pagi, Jakarta Timur. Dari jumlah tersebut, kerugian negara dalam pengelolaan dana BOS dan BOP di SMPN Induk TKBM ditaksir mencapai Rp 1,1 miliar lebih, sementara di SDN RSBI Rawamangun 12 Pagi sebesar Rp 4,5 miliar.
Bukti transaksi dana BOS/BOP Oktober 2008 sampai Juni 2009 dengan nilai di atas Rp 500 juta memakai materai desain 2009 yang justeru belum berlaku. 
-- Febri Hendri
Demikian diungkapkan peneliti senior Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (30/11/2010). Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK Jakarta untuk SDN RSBI Rawamangun 12 yang diterima ICW, banyak kejanggalan pada bukti-bukti transaksi keuangan dalam Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dana bantuan operasional pendidikan (BOS) dan bantuan operasional pendidikan (BOP) tahun anggaran 2007, 2008, dan 2009 di sekolah itu.
Pertama, SPJ menggunakan materai yang belum berlaku. BPK menemukan beberapa bukti transaksi yang dipertanggungjawabkan dari dana BOS dan BOP bulan Oktober 2008 sampai Juni 2009 dengan nilai diatas Rp 500 juta menggunakan materai desain tahun 2009.
Febri menandaskan, berdasarkan SK Menkeu No.55 Tahun 2009 sudah dinyatakan, bahwa meterai desain tahun 2009 berlaku mulai 1 Juli 2009, dan materai berdesain tahun 2005 masih berlaku sampai 31 Maret 2010. Sementara itu, pada SPJ BOP bulan Januari-Mei 2009 (tertanggal kwitansi pembelian materai 10 Januari 2009, 27 Februari 2009, 6 April 2009 dan 29 Mei 2009) terdapat SPJ pembelian meterai desain tahun 2009 sebesar Rp 870 juta. Padahal, kata Febri, meterai tersebut belum diterbitkan dan belum berlaku pada tanggal tersebut.
"Materai itu juga digunakan untuk bukti transakasi yang terjadi tahun 2008 dan sebelum Juli 2009, yang seharusnya masih menggunakan materai desain tahun 2005 karena materai ini masih beredar dan berlaku," ujarnya.
Dengan demikian, kata Febri, bukti transaksi yang dipertanggungjawabkan oleh SDN RSBI Rawamangun 12 sebesar Rp 269 juta sebenarnya tidak dibuat pada tanggal transaksi, karena materai yang digunakan itu belum diterbitkan.
Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, ICW bersama-sama Koalisi Anti Korupsi Pendidikan (KAKP) yang terdiri dari para guru dan orang tua murid menggelar aksi damai ke gedung Balaikota DKI Jakarta, Selasa (30/11/2010) siang ini.
Aksi damai itu dimaksudkan untuk memaparkan kepada publik ihwal kebohongan para pejabat pemerintah DKI Jakarta terkait kasus menguapnya dana bantuan operasional sekolah (BOS)/bantuan operasional pendidikan (BOP) di enam Sekolah Induk TKBM (Tempat Kegiatan Belajar Mengajar) dan satu sekolah RSBI senilai Rp 5,7 miliar yang ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jakarta. 

SUMBER http://edukasi.kompas.com/read/2010/12/22/2015227/Korupsi.BOS.Diserahkan.ke.KPK.dan.Pemkot

ANALISIS ARTIKEL

Pendidikan merupakan hak dari setiap warga negara, dimana dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat. Untuk itu pemerintah wajib untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan serta membiayai pelaksanaan pendidikan demi mencerdaskan kehidupan warga negaranya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan judul Pelaksanaan Pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Ditinjau Dari Aspek Hukum Keuangan Negara Kasus Permasalahannya adalah: Bagaimana ketentuan pengelolaan bantuan operasional sekolah (BOS) dan bagaimana pelaksanaan ketentuan pengelolaan BOS apakah sampai sasaran.
Dalam kenyataan di lapangan telah terjadi penyimpangan-penyimpangan terkait pendistribusian uang BOS tersebut. Sebagai salah satu contoh dalam artikel di atas telah dipaparkan bahasan tentang bukti kelemahan salah satu indikator untuk menuju kesejahteraan. Artikel tersebut sebagai tanda belum tecapai tujuan pemerintah secara penuh dalam rangka mensejahterakan peserta didik dan perangkat pendidikan yang pada awalnya akan disejahterakan melalui program BOS.
Bantuan operasional sekolah (BOS) adalah program kebijakan pemerintah negara kita terhadap dunia pendidikan. Sebagai bukti bahwa pemerintah sangat peduli dengan kualitas pendidikan bagi anak-anak bangsa. Ini juga merupakan bagian dari mensukseskan program wajib belajar 9 tahun. Pemerintah jelas ingin membantu warga dalam membiayai dana pendidikan anak-anak dari tingkat SD kelas satu sampai kelas 9. Tetapi ternyata jalan yang harus dilalui dalam pendistribusian terjadi banyak kebocoran yang menandakan bahwa masih lemahnya fungsi pengawasan.
Pengaturan penyaluran dana BOS sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2007. Bantuan dana tunai untuk penyelenggaraan operasional sekolah ini langsung diberikan kepada anak-anak melalui lembaga sekolah negeri atau sekolah swasta, secara merata. Dana untuk biaya operasional sekolah diambil dari APBD diutamakan untuk warga miskin, tapi boleh diberikan pada warga yang mampu sekedar meringankan beban dana pendidikan pada para orang tua. Namun di lapangan tidak sedikit anak-anak yang mestinya duduk di bangku sekolah masih saja tinggal di rumah karena alas an biaya yang seharusnya hal itu tidak terjadi karena adanya BOS.
Maksud daripada pemerintah mengadakan program BOS adalah benar-benar untuk mensejahterakan masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan dengan aturan-aturan yang telah dibakukan. Sementara dalam prosesnya, dana BOS terkesan banyak penyimpangan. Adapun aturan penggunaan dana BOS yang telah dibakukan itu meliputi:
1. Penerimaan murid baru
2. Pembelian buku pelajaran terutama untuk perpustakaan sekolah
3. Pembelajaran pengayaan, ekskul misalnya.
4. Membiayai kebutuhan ujian, atau ulangan harian, ulangan umum, remedial, dan lain-lain
5. Pembelian bahan praktikum, dan peralatan ATK di kelas
6. Pembayaran listrik, air dan telepon
7. Biaya perawatan sekolah
8. Membayar honorarium SDM honorer
Peningkatan SDM pengajar 
- Membantu dana transport anak miskin ke dan dari sekolah
- Jika semua sudah terpenuhi, baru boleh digunakan untuk membeli alat peraga, media belajar dan furniture untuk sekolah. . http://www.anneahira.com/bantuan-operasional-sekolah.htm
Jadi, alangkah sejahteranya masyarakat dunia pendidikan seandainya hal diatas benar-benar dilaksanakan tanpa kecuali. Semoga ke depan dunia pendidikan di Indonesia akan semakin maju, dan nurani kita selalu terketuk untuk mensejahterakan mereka yang selama ini belum tersentuh pendidikan dasar. 

DAMPAK GLOBALISASI DAN MODERNISASI BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

DAMPAK GLOBALISASI DAN MODERNISASI BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA 
(Tugas Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah “Pendidikan Pancasila”)
Dosen Pengampu : Y. Ch. Nany S. M.Si
Nama : Nadra Yunia Ayuningtyas
NIM : 10102241026
Prodi : PLS
Fakultas Ilmu Pendidikan

ABSTRAK
Di era ini, kita telah dihadapkan dengan dunia yang serba mudah, cepat serta praktis. Era itu muncul karena terbukanya informasi yang berasal dari dunia luar atau sering disebut dengan globalisasi serta modernisasi. Dengan adanya globalisasi dan modernisasi tersebut sangat membantu (berdampak positif) bagi kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Namun, disamping membantu, ternyata globalisasi dan modarnisasi juga membawa dampak buruk (negative).
Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya dapat memilah serta memilih mana yang harus diserap dan mana yang harus ditinggalkan. Agar kita tidak terbawa ke dalam dampak negative, sebaiknya kita selalu berpegang kepada ideology pancasila karena Pancasila-lah acuan yang paling bagus untuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita.
Kata kunci: *globalisasi *dampak positif
*modernisasi *dampak negatif

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kemajuan bidang teknologi informasi, komunikasi dan transportasi, serta makin menonjolnya kepentingan ekonomi dan perdagangan yang telah mendorong terwujudnya globalisasi dan modernisasi, memberi peluang terjadinya infiltrasi atau masuknya budaya Barat sebagai ukuran tata nilai dunia. Tidak jarang terjadi, demi kepentingan ekonomi, suatu negara terpaksa menerima masuknya budaya Barat yang belum tentu sesuai dengan situasi dan kondisi negara itu sendiri dan berakibat pada pola pikir dan pola tindak yang ditandai dengan pemikiran Negara Federasi, menurun-nya rasa sosial dan semangat ke-bhineka-an yang mengarah pada disintegrasi bangsa dan pelanggaran hukum serta pola hidup individualisme dan konsumerisme yang bertentangan dengan pola hidup sederhana dan semua itu bertentangan dengan nilai-nilai budaya asli bangsa Indonesia yang digali dari Pancasila. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/konsepsi-penanggulangan-pengaruh-negatif-globalisasi-pada-nilai-nilai-budaya-bangsa-indonesia/
Dewasa ini, kita menyadari bahwa arus globalisasi dan modernisasi telah sampai ke Indonesia. Semua informasi yang berada di belahan dunia manapun dapat dengan mudahnya diakses karena adanya globalisasi itu tadi. Oleh sebab itu, tidak heran apabila budaya asing pun ikut masuk ke dalam Negara kita Indonesia.
Media komunikasi kini menjadi semakin cepat, canggih dan semakin mudah diakses sehingga mempengaruhi masuknya budaya asing yang sulit dibendung. Salah satu akibat dari adanya globalisasi dan modernisasi adalah tergerusnya pamor serta peran Pancasila sebagai ideology Negara. 
Untuk itu, kami ingin mencoba untuk menginformasikan kepada dunia luar umumnya dan kepada bangsa Indonesia khususnya tentang dampak yang ditimbukan dari globalisasi dan modernisasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara agar dapat mem                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 ilah dan memilih antara yang baik serta yang buruk.

2. Perumusan Masalah

a. Apa itu Globalisasi ?
b. Apa itu Modernisasi
c. Dampak positif globalisasi dan modernisasi bagi Pancasila
d. Dampak negatif globalisasi dan modernisasi bagi Pancasila

B. PEMBAHASAN

1. Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi#Ciri_globalisasi
2. Pengertian Modernisasi

Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Pengertian modernisasi berdasar pendapat para ahli adalah sebagai berikut.
a. Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis.
b. Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning. (dalam buku Sosiologi: suatu pengantar) Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilahnya:
a. Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya tarat penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.
b. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat.
Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut.
a. Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.
b. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
c. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
d. Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
e. Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
f. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial. http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perilaku_Masyarakat_dalam_Perubahan_Sosial_Budaya_di_Era_Global_9.1_%28BAB_6%29
3. Dampak positif globalisasi dan modernisasi bagi Pancasila

Dampak positif yang diakibatkan oleh globalisasi dan modernisasi bagi Pancasila yang notabene sebagai ideology Negara Indonesia cukup lumayan banyak. Berikut ini akan kami informasikan beberapa diantaranya :
Dampak Terhadap Bangsa / Individu
a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi 
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dampak Terhadap Negara
a. Dampak bidang hukum, pertahanan, dan keamanan :
Semakin menguatnya supremasi hukum, demokratisasi, dan tuntutan terhadap dilaksanakannya hak-hak asasi manusia.
Menguatnya regulasi hukum dan pembuatan peraturan perundang-undangan yang memihak dan bermanfaat untuk kepentingan rakyat banyak.
Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak hukum yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Menguatnya supremasi sipil dengan mendudukkan tentara dan polisi sebatas penjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara yang profesional.
b. Dampak di bidang social budaya
Meningkatkan pemelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagtainya.
c. Dampak di bidang ekonomi sektor perdagangan :
Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan, dan komodit lain memberi peluang kepada Indonesia untuk ikut bersaing mereput pasar perdagangan luar negeri, terutama hasil pertanian, hasil laut, tekstil, dan bahan tambang.
Di bidang jasa kita mempunyai peluang menarik wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam dan budaya tradisional yang beraneka ragam.
d. Dampak di bidang ekonomi sektor produksi :
Adanya kecenderungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara-negara berkembang dengan pertimbangan keuntungan geografis (melimpahnya bahan baku, areal yang luas, dan tenaga kerja yang masih murah) meskipun masih sangat terbatas dan rentan terhadap perubahan-perubahan kondisi sosial-politik dalam negeri ataupun perubahan-perubahan global, Indonesia memiliki peluang untuk dipilih menjadi tempat baru bagi perusahaan tersebut. http://24bit.wordpress.com/2010/03/28/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia/
4. Dampak negatif globalisasi dan modernisasi bagi Pancasila

Selain mempunyai dampak posiitif, ternyata globalisasi juga mempunyai dampak negative bagi pancasila. Dampak yang ditimbulkan beragam, mulai dari individu bangsanya sampai pada negaranya. Diantara dampak-dampak negative tersebut adalah :
Dampak Terhadap Bangsa / Individu
a. Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
b. Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
c. Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
d. Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkankesenjangansosial. http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/dampak-positif-dan-dampak-negatif--globalisasi-dan-modernisasi
Dampak Terhadap Negara
a.Dampak di bidang hukum, pertahanan, dan keamanan :
Peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara semakin berkurang karena hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pihak tentara dan polisi.
Perubahan dunia yang cepat, mampu mempengaruhi pola pikir masyarakat secara global. Masyarakat sering kali mengajukan tuntutan kepada pemerintah dan jika tidak dipenuhi, masyarakat cenderung bertindak anarkis sehingga dapat mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
b. Dampak dibidang sosial budaya :
Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
Semaikin memudarnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang melahirkan gaya hidup berikut ini.
Individualisme : mengutamakan kepentingan diri sendiri
Pragmatisme : melakukan suatu kegiatan yang menguntungkan saja
Hedonisme : Paham yang mengutamakan kepentingan keduniawian semata
Primitif : sesuatu yang sebelumnya dianggap tabu, kemudian dianggap sebagai sesuatu yang biasa/ wajar
Konsumerisme : pola konsumsi yang sudah melebihi batas
Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/ darurat, misalnya sakit,kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang
c. Dampak di bidang ekonomi sektor perdagangan :
Arus masuk perdagangan luar negeri menyebakan defisit perdagangan nasional.
Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
Masuknya wisatawan ke Indonesia melunturkan nilai luhur bangsa.
d. Dampak di bidang ekonomi sektor produksi :
Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari luar. Akibatnya kondisi industry dalam negeri sulit berkembang.
Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
Suatu perusahaan asing memindahkan usahanya keluar negeri mengakibatkan PHK tenaga kerja dalam negeri. 
http://24bit.wordpress.com/2010/03/28/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia/
Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya dapat memilah serta memilih mana yang harus diserap dan mana yang harus ditinggalkan. Agar kita tidak terbawa ke dalam dalam dampak negative, sebaiknya kita selalu berpegang kepada ideology pancasila karena Pancasila-lah acuan yang paling bagus untuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita sebagai ketahanan nasional.

Kaitan Pancasila dan ketahanan nasional adalah kaitan antara idea yang mengakui pluralitas yang membutuhkan kebersamaan dan realitas terintegrasinya pluralitas. Dengan kata lain nasional suatu bangsa adalah perwujudan Pancasila dalam kehidupan nasional suatu bangsa (Abdulkadir Besar, 1996). Perlu dilakukan usaha-usaha yang tiada henti, baik kajian substantive maupun langkah implementatif agar Pancasila semakin bermakna dalam mendukung terwujudnya ketahanan nasional (Rukiyati M. Hum dkk, 2008:149).

Pancasila diharapkan dapat menjadi matriks atau kerangka referensi untuk membangun suatu model masyarakat atau untuk memperbarui tatanan social-budaya. Ada dua fungsi dari Pancasila sebagai kerangka acuan (M.Sastrapratedja,2001) : pertama, Pancasila menjdi dasar fisi yang member inspirasi untuk membangun suatu corak tatanan social-budaya yang akan datang, membangun visi masyarakat Indonesia di masa yang akan datang dan kedua, Pancasila sebagai dasar menjadi referensi kritik social-budaya.(Rukiyati M, Hum dkk, 2008:131)

Pancasila sebagai nilai-nilai dasar yang menjadi referensi kritik social-budaya dimaksudkan agar proses perubahan social budaya yang sangat cepat yang terutama diakibatkan oleh perkembangan ilmu dan teknologi spektakuler, yang terjadi dalam era reformasi ini, tetap didasari dan dijiwai nilai-nilai Pancasila. Kritik sebagai bahan dialok dalam proses mencapai “fusi horizon makna” pembangunan sangat diperlukan sehingga pembangunan dapat dinamis dan konsekstual dalam menghadapi tantangan zaman dan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, bangsa dan Negara (nilai-nilai Pancasila). .(Rukiyati M, Hum dkk, 2008:132)

C. PENUTUP
1. Kesimpulan
Kemajuan bidang teknologi informasi, komunikasi dan transportasi, serta makin menonjolnya kepentingan ekonomi dan perdagangan yang telah mendorong terwujudnya globalisasi dan modernisasi, memberi peluang terjadinya infiltrasi atau masuknya budaya Barat sebagai ukuran tata nilai dunia yang secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara kita.
Terdapat banyak sekali dampak-dampak yang ditimbulkan dari adanya globalisasi dan modernisasi tersebut. Tidak hanya berdampak positif, namun juga berdampak negative. Diantara dampak-dampak yang ditimbulkan, terdapat beberapa dampak yang mengarah kepada bangsa / individu masing-masing. Tetapi ada juga dampak yang menyerang tata kehidupan dalam Negara. 
Untuk itu, Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya dapat memilah serta memilih mana yang harus diserap dan mana yang harus ditinggalkan. Agar kita tidak terbawa ke dalam dalam dampak negative, sebaiknya kita selalu berpegang kepada ideology pancasila karena Pancasila-lah acuan yang paling bagus untuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita sebagai ketahanan nasional.

Kaitan Pancasila dan ketahanan nasional adalah kaitan antara idea yang mengakui pluralitas yang membutuhkan kebersamaan dan realitas terintegrasinya pluralitas. Dengan kata lain nasional suatu bangsa adalah perwujudan Pancasila dalam kehidupan nasional suatu bangsa (Abdulkadir Besar, 1996:149). Perlu dilakukan usaha-usaha yang tiada henti, baik kajian substantive maupun langkah implementatif agar Pancasila semakin bermakna dalam mendukung terwujudnya ketahanan nasional (Rukiyati M. Hum dkk, 2008).

Di setiap sila dalam Pancasila juga berfungsi sebagai pemberi orientasi untuk terbentuknya struktur kehidupan social-politik dan ekonomi yang manusiawi, demokratis dan adil bagi seluruh rakyat (M.Sastrapratedja,2001). Sila pertama dan kedua mengandung imperative etis untuk menghormati martabat manusia dan memperlakukan manusia sesuai dengan keluhuran martabatnya. Sila ketiga mengandung implikasi keharusan mengatasi segala bentuk saktarianisme, yang berarti pula komitmen kepada nilai kebersamaan seluruh bangsa. Sila keempat mengandung nilai-nilai yang terkait dengan demokrasi konstitusional : persamaan politis, hak-hak asasi manusia dan kewajiban kewarganegaraan. Dan sila kelima mencakup persamaan pemerataan.
Maka dari itu, marilah kita bersikap terbuka terhadap globalisasi dan modernisasi, namun tetap harus menjnjung tinggi nilai-nilai Pancasila agar tidak terkena dampak negative dari globalisasi dan modernisasi tersebut.
Pancasila diharapkan dapat menjadi matriks atau kerangka referensi untuk membangun suatu model masyarakat atau untuk memperbarui tatanan social-budaya. Ada dua fungsi dari Pancasila sebagai kerangka acuan (M.Sastrapratedja,2001) : pertama, Pancasila menjadi dasar visi yang memberi inspirasi untuk membangun suatu corak tatanan social-budaya yang akan datang, membangun visi masyarakat Indonesia di masa yang akan datang dan kedua, Pancasila sebagai dasar menjadi referensi kritik social-budaya.(Rukiyati M, Hum dkk, 2008:131)

Daftar Pustaka
Rukiyati M, Hum dkk. 2008. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta:UNY Press
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/konsepsi-penanggulangan-pengaruh-negatif-globalisasi-pada-nilai-nilai-budaya-bangsa-indonesia/ diakses pada tanggal 30 Desember 2010 pukul 18.45 WIB
http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perilaku_Masyarakat_dalam_Perubahan_Sosial_Budaya_di_Era_Global_9.1_%28BAB_6%29  diakses pada tanggal 30 Desember 2010 pukul 18.50 WIB

 http://24bit.wordpress.com/2010/03/28/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia/ diakses pada tanggal 30 Desember 2010 pukul 18.45 WIB
http://24bit.wordpress.com/2010/03/28/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia/ diakses pada tanggal 31 Desember 2010 pukul 13.25 WIB
http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/dampak-positif-dan-dampak-negatif--globalisasi-dan-modernisasi diakses pada tanggal 31 Desember 2010 pukul 13.40 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi#Ciri_globalisasi diakses pada tanggal 30 Desember 2010 pukul 18.26 WIB

“PROGRAM PENATAAN DAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN”

I. LATAR BELAKANG 
Perumahan merupakan bagian dari jejaring lingkungan dan juga merupakan salah satu unsur permukiman pembentuk ekologi. Manusia penghuninya adalah pelaku dan bagian proses bermukim. Perumahan sebagai lingkungan buatan manusia memiliki andil dalam pembentukan dan perwujudan visi ekologis, kota yang selaras, serasi dengan alam lingkungannya.
Lingkungan yang serasi berfungsi sebagai areal perlindungan, penyangga, sarana rekreasi, interaksi sosial, kebersihan dan kesehatan, kenyamanan, kesegaran lingkungan. Penyediaan dan penataan ruang terbuka hijau dalam sistem dapat berperan sebagai peningkat kualitas udara, menurunkan suhu, dan kadar polusi udara dan fungsi peresapan air, juga bagian dari upaya penanggulangan banjir. Dengan demikian penataan dan pemanfaatan lingkungan akan meningkatkan kualitas kehidupan dan menyelamatkan keberlangsungan kehidupan.
Aktivitas sehari-hari yang kita lakukan seperti mandi, mencuci dan berbagai aktifitas lain yang kita anggap sepele namun menghasilkan sisa buangan ternyata dapat membahayakan bagi manusia dan lingkungan khususnya lingkungan laut. Dari sekian banyak aktifitas manusia ternyata yang paling berbahaya adalah limbah rumah tangga. Walaupun kita tidak hidup di wilayah pesisir dan banyak limbah industri yang tidak diolah juga dapat membahayakan perairan laut tapi melihat banyaknya penduduk Indonesia dengan limbah rumahtangga yang tidak diolah serta dihasilkan setiap hari. Dapat dikatakan kerusakan karena limbah rumah tangga lebih besar daripada limbah industri.
Limbah rumah tangga yang dirasa sangat berbahaya bagi lingkungan antara lain limbah bahan kimia baik dari MCK, emisi gas CO2 maupun aktifitas lain dan sampah plastik. Limbah plastik merupakan salah satu musuh besar yang banyak diperangi oleh berbagai pihak yang peduli terhadap lingkungan. Secara umum ada tiga jenis input utama limbah rumah tangga ke laut yaitu: langsung pembuangan limbah ke laut, air hujan dan polutan yang dilepaskan dari atmosfer.
 Dengan melibatkan masyarakat dalam penataan lingkungan serta pengolahan limbah, diharapkan akan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan, sehingga lingkungan yang tertata dan bersih dapat tetap terjaga, dan pada akhirnya sasaran serta upaya membangun desa ekologis berwawasan lingkungan dapat tercapai.
II. TUJUAN PROGRAM
1. Lingkungan menjadi tertata dan serasi
2. Optimalnya saluran irigasi
3. Lahan kosong dapat dimanfaatkan dengan tanaman obat atau tanaman hasil lainnya guna menambah masukan maupun untuk konsumsi sendiri.
4. Limbah organic dapat dibuat menjadi pupuk kompos guna pengganti pupuk urea.
5. Limbah rumah tangga non organic nilai jualnya menjadi naik dengan sentuhan kreativitas menjadi kerajinan yang dapat dijual.
6. Masyarakat yang telah ikut berpartisipasi mengikuti pelatihan dapat meningkatkan sumber pendapatan.
7. Masyarakat memiliki pengetahuan mengenai manfaat ekonomis dari sampah
III. USULAN RANCANGAN PROGRAM
A. LATAR BELAKANG SPESIFIK
Di dusun Kedung Banteng Sumberagung Moyudan Sleman lingkungannya masih kurang tertata dengan baik. Saluran irigasi belum dioptimalkan karena sering kali tersumbat dengan sampah. Seringkali pada saat musim hujan terjadi kesumbatan  sehingga menyebabkan banjir. Warga yang saluran irigasinya  mampet terkadang hanya membiarkannya saja karena kesibukan masing-masing. Tidak digalakkannya program gotong royong/kerja bakti menjadi salah satu factor terjadinya hal tersebut. 
Kedung Banteng yang notabene wilayah perkampungan warganya masih memiliki tanah yang luas-luas. Banyaknya lahan-lahan kosong tersebut tidak dioptimalkan oleh sang pemilik lahan. Lahan kosong hanya dibiarkan dengan tanaman alang-alang yang menjadikan kesan kumuh dan tidak terawat. Lahan yang kumuh tersebut apabila pada saat musim penghujan banyak nyamuk yang bersarang ditempat tersebut. Selain itu, di dusun tersebut para penduduknya banyak yang memiliki hewan ternak seperti ayam, kambing, sapi namun limbahnya belum dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Terkadang limbah dari hewan ternak hanya dibiarkan tanpa dimanfaatkan dengan maksimal. Hal itu terjadi karena belum mengertinya warga tentang pengetahuan pembuatan pupuk kompos dari limbah hewan ternak.
Warga dusun tersebut juga banyak yang belum mengelompokkan sampah menurut jenisnya, misal sampah padat, cair, kertas, plastic, dll. Mereka sering kali membakar sampah-sampah rumah tangga yang hal tersebut akan berdampak berkurangnya lapisan ozon dan berpengaruh terhadap pemanasan global. Sebagian warga malah ada yang membuang sampah di sungai, mereka tidak menyadari bahwa membuang sampai di sungai akan berakibat fatal. Padahal upaya-upayanya mudah yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengaruh limbah rumah tangga bagi lingkungan antara lain: menggunakan produk-produk ramah lingkungan dan mengurangi sampah plastik dengan 3 R/3 M Reduce, Reuse, Recycle (Mengurangi, Menggunakan kembali, Mendaur ulang)
Lahan kosong : 50 m2 x 135 rumah = 6.750 m2
Pemanfaatan limbah:
Sampah rumah tangga
Plastic 50 gram x 30 hari x 135 rumah
Kertas 50 gram x 30 hari x 135 rumah
Sampah organic : 
1000gram x 30 hari
B. KELOMPOK SASARAN PROGRAM
1. Seluruh warga dusun Kedung Banteng
Untuk program penataan lingkungan memang diperuntukkan bagi semua warga karena hal tersebut bersangkutan dengan lingkungan tempat tinggal mereka. Diharapkan mereka dapat menata, membersihkan serta merawat lingkungan mereka sendiri. Selain itu, untuk program pemanfaatan lahan kosong juga ditekankan terhadap pemilik lahan masing-masing agar dapat memanfaatkan dengan baik.  
2. Ibu-ibu Rumah Tangga
Program pelatihan pemanfaatan limbah non organic lebih ditekankan kepada ibu-ibu rumah tangga karena diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut sedikit banyak dapat mengisi waktu luang mereka dan dapat memperoleh tambahan untuk belanja. Minimal dapat mengurangi pembuangan limbah rumah tangga.
3. Bapak-bapak Petani
Program pelatihan pembuatan pupuk kompos dari limbah organic diberikan kepada bapak-bapak petani karena sebagian besar petani di dusun Kedung Banteng mempunyai hewan ternak. Selain itu, diharapkan pengetahuan serta keterampilan yang mereka peroleh dapat diimplementasikan dalam proses pertanian guna meminimalisir pupuk urea yang harganya semakin lama semakin mahal.
C. KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN
Dengan adanya program penataan dan pemanfaatan lingkungan tersebut diharapkan mereka yang menjadi peserta mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya membersihkan, merawat dan menjaga lingkungannya. Mereka juga memperoleh pengetahuan tentang pemanfaatan lahan kosong yang dimiliki disekitar tempat tinggal. 
Keterampilan yang didapat yaitu tentang pemanfaatan lahan kosong, pembuatan pupuk kompos dari limbah organic serta pembuatan kerajinan dari limbah non organic. Kompetensi yang paling diharapkan adalah tentang sikap mereka yaitu dapat tumbuhnya perasaan untuk hidup lebih maju dalam bidang kebersihan lingkungan dan peningkatan ekonomi warga.

E. METODE/RANCANGAN  KEGIATAN
1. Sosialisasi
Program penataan dan pemanfaatan lingkungan diawali dengan metode sosialisasi yang dilakukan oleh pemuda-pemudi serta kepala dusun Kedung Banteng. Diharapkan dengan diawali sosialisasi warga mendapatkan gambaran tentang konsep awal diadakannya program tersebut.
2. Pelatihan 
Dalam metode pelatihan ini, terlebih dahulu warga dikelompokkan antara ibu-ibu rumah tangga dengan bapak-bapak petani. Para peserta akan diberi teori tentang tata cara pemanfaatan lahan kosong dan  limbah baik limbah organic maupun non organic serta tata cara pemanfaatannya sampai menghasilkan sesuatu sesuai dengan tujuan awal.
3. Pendampingan dan Pemantauan
Pendampingan dalam program ini akan dilakukan secara intensif kepada para peserta sampai pada tercapainya tujuan serta peserta mampu secara mandiri membuat dan memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.
F. NARASUMBER/PELATIH/TUTOR/TENAGA TEKNIS
Penyuluh pertanian
WALHI
Dinas Sosial
Dinas Pertanian
Tokoh Masyarakat
G. SARANA/PRASARANA
Sarana dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya adalah :
o Gedung pertemuan
o Lahan kosong
o Sound system
o Laptop
o LCD
o Layar Proyektor,
Alat dan bahan yang dibutuhkan diantaranya adalah :
o Alat-alat pertanian seperti cangkul, sabit untuk penataan lingkungan
o Alat-alat untuk pembuatan pupuk dari limbah organik : Terowongan udara (Saluran Udara), Sekop,  Garpu/cangkrang,  Saringan/ayakan,  Termometer, Timbangan, Sepatu boot,  Sarung tangan, Masker.
o Alat-alat untuk pembuatan kerajinan dari limbah non organik : gunting, mesin jahit, benang, jarum, pita, resliting, kain perca, manik-manik.
o Bibit/benih tanaman
o Tong pengumpulan limbah
H. EVALUASI HASIL
Setelah program penataan dan pemanfaatan lingkungan ini berjalan dengan lancar. Kami melakukan evaluasi hasil sebagaimana program tersebut dilaksanakan. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan. Mulai dari kegiatan sosialisasi, kegiatan inti, sampai pada kegiatan akhir yaitu pendampingan dan pemantauan. Hal tersebut akan mendapat evaluasi hasil yang baik apabila ada kerjasama yang bagus antara panitia, peserta pelatihan, warga dusun Kedung Banteng serta pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan program ini.
Diharapkan dengan adanya program penataan dan pemanfaatan lingkungan ini, lingkungan di dusun Kedung Banteng Sumberagung Moyudan Sleman lebih tertata dan bersih terawat. Kebersihan selalu terkontrol, tidak ada lagi lahan/pekarangan yang kumuh dipenuhi nyamuk. Selain itu, lahan yang kosong yang tadinya tidak dimanfaatkan kini menjadi ruang hijau yang selain berguna bagi penghijauan juga dapat menambah pendapatan warga dengan hasil tanaman yang diperoleh. Serta para penduduk mempunyai keterampilan membuat pupuk kompos dari limbah non organic dan memanfaatkan limbah non organic menjadi barang nilai guna (tas, dompet, dsb).
Setiap program yang dibuat oleh manusia selalu tidak sesempurna seperti buatan sang pencipta. Untuk itu, hal-hal yang dirasa kurang pas serta tidak sesuai dengan apa yang semestimya harap dimaklumi dan mohon maaf atas hal tersebut.
I. AGENDA KEGIATAN
Persiapan bagi panitia penyelenggara
o Melakukan rapat koordinasi antar panitia dan menghubungi pihak-pihak terkait yang diajak kerjasama
o Pengumunan pengumpulan warga untuk kegiatan sosialisasi tentang program yang akan dibuat
o Menentukan jadwal serta tempat untuk program tersebut
o Mempersiapkan sarana prasarana serta peralatan-peralatan yang dibutuhkan
Pelaksanaan program
o Kegiatan sosialisasi program
o Pelaksanaan program serta pelatihan
o Pendampingan serta pendampingan peserta
o Evaluasi hasil program
Pasca program
o Peserta pelatihan mendapatkan keterampilan dan dapat diimplementasikan ke dalam kehidupannya
o Laporan akhir
Jadwal pelaksanaan program penataan dan pemanfaatan lingkungan 
Minggu pertama : sosialisasi tentang penataan lingkungan
Minggu kedua : pelatihan sekaligus praktek pemanfaatan lingkungan dengan pembersihan saluran irigasi, pekarangan dan penanaman bibit pohon
Minggu ketiga : pelatihan memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk kompos bagi bapak-bapak, pelatihan pemanfaatan limbah non organik menjadi tas, dompet dsb bagi para ibu-ibu.
Setiap minggu pagi dilaksanakan kerja bakti guna pembersihan lingkungan serta perawatan lahan yang telah ditanami.

J. MANAJEMEN PENYELENGGARAAN
Program penataan dan pemanfaatan lingkungan ini dibawah lindungan kepala dusun Kedung Banteng Moyudan Sleman dengan susunan kepanitiaan sebagai berikut:
Ketua : Nadra Yunia Ayuningtyas
 Hikmahda Putra
Sekretaris : Rudiyard Afghan
Bendahara : Nazwar Albahy
Humas : Kharisma Ratu Suraya
Dala program ini bekerjasama dengan : 
o Perangkat dusun
o Penyuluh pertanian
o WALHI
o Dinas Sosial
o Dinas Pertanian
o Tokoh Masyarakat

I. USULAN PEMBIAYAANA
I. USULAN/RANCANGAN BIAYA
ANGGARAN BELANJA ANGGARAN PENDAPATAN
INVESTASI
Sarana dan prasarana
Pendopo warga
Laptop,LCD, Layar Proyektor, wireless dan Sound System
Whiteboard dan alat tulis
Alat peraga
Mesin pembolong batok
Mesin bor
Alat jahit, dan alat-alat lainnya.



Rp.24. 000.000 Dana Pemerintah Daerah Kab. Bantul



Rp. 12.000.000
Operasional 
Personal  
Guru lukis (1)
Pelatih (karyawan handal 6 org)

Non Personal
(Bahan – bahan Pembuatan tas batok).

Rp. 150.000
Rp. 350.000 x 6  ( / bulan) = 
Rp. 2.100.000


Rp. 3. 500.000 Dana dari Pemerintah Daerah Kec.Sewon Bantul




Rp. 5.000. 000
Biaya Pengembangan dan lain – lain Dana dari Peserta: 30x25.000
Sponsor dari Pemilik usaha yaitu CV. Ceria Usaha Mandiri. Rp 750.000

Rp 12.000.000

JUMLAH Rp. 29.750.000 Rp. 29.750.000