Rabu, 13 Juni 2012

DAMPAK GLOBALISASI DAN MODERNISASI BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

DAMPAK GLOBALISASI DAN MODERNISASI BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA 
(Tugas Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah “Pendidikan Pancasila”)
Dosen Pengampu : Y. Ch. Nany S. M.Si
Nama : Nadra Yunia Ayuningtyas
NIM : 10102241026
Prodi : PLS
Fakultas Ilmu Pendidikan

ABSTRAK
Di era ini, kita telah dihadapkan dengan dunia yang serba mudah, cepat serta praktis. Era itu muncul karena terbukanya informasi yang berasal dari dunia luar atau sering disebut dengan globalisasi serta modernisasi. Dengan adanya globalisasi dan modernisasi tersebut sangat membantu (berdampak positif) bagi kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Namun, disamping membantu, ternyata globalisasi dan modarnisasi juga membawa dampak buruk (negative).
Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya dapat memilah serta memilih mana yang harus diserap dan mana yang harus ditinggalkan. Agar kita tidak terbawa ke dalam dampak negative, sebaiknya kita selalu berpegang kepada ideology pancasila karena Pancasila-lah acuan yang paling bagus untuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita.
Kata kunci: *globalisasi *dampak positif
*modernisasi *dampak negatif

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kemajuan bidang teknologi informasi, komunikasi dan transportasi, serta makin menonjolnya kepentingan ekonomi dan perdagangan yang telah mendorong terwujudnya globalisasi dan modernisasi, memberi peluang terjadinya infiltrasi atau masuknya budaya Barat sebagai ukuran tata nilai dunia. Tidak jarang terjadi, demi kepentingan ekonomi, suatu negara terpaksa menerima masuknya budaya Barat yang belum tentu sesuai dengan situasi dan kondisi negara itu sendiri dan berakibat pada pola pikir dan pola tindak yang ditandai dengan pemikiran Negara Federasi, menurun-nya rasa sosial dan semangat ke-bhineka-an yang mengarah pada disintegrasi bangsa dan pelanggaran hukum serta pola hidup individualisme dan konsumerisme yang bertentangan dengan pola hidup sederhana dan semua itu bertentangan dengan nilai-nilai budaya asli bangsa Indonesia yang digali dari Pancasila. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/konsepsi-penanggulangan-pengaruh-negatif-globalisasi-pada-nilai-nilai-budaya-bangsa-indonesia/
Dewasa ini, kita menyadari bahwa arus globalisasi dan modernisasi telah sampai ke Indonesia. Semua informasi yang berada di belahan dunia manapun dapat dengan mudahnya diakses karena adanya globalisasi itu tadi. Oleh sebab itu, tidak heran apabila budaya asing pun ikut masuk ke dalam Negara kita Indonesia.
Media komunikasi kini menjadi semakin cepat, canggih dan semakin mudah diakses sehingga mempengaruhi masuknya budaya asing yang sulit dibendung. Salah satu akibat dari adanya globalisasi dan modernisasi adalah tergerusnya pamor serta peran Pancasila sebagai ideology Negara. 
Untuk itu, kami ingin mencoba untuk menginformasikan kepada dunia luar umumnya dan kepada bangsa Indonesia khususnya tentang dampak yang ditimbukan dari globalisasi dan modernisasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara agar dapat mem                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 ilah dan memilih antara yang baik serta yang buruk.

2. Perumusan Masalah

a. Apa itu Globalisasi ?
b. Apa itu Modernisasi
c. Dampak positif globalisasi dan modernisasi bagi Pancasila
d. Dampak negatif globalisasi dan modernisasi bagi Pancasila

B. PEMBAHASAN

1. Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi#Ciri_globalisasi
2. Pengertian Modernisasi

Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Pengertian modernisasi berdasar pendapat para ahli adalah sebagai berikut.
a. Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis.
b. Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning. (dalam buku Sosiologi: suatu pengantar) Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilahnya:
a. Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya tarat penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.
b. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat.
Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut.
a. Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.
b. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
c. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
d. Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
e. Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
f. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial. http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perilaku_Masyarakat_dalam_Perubahan_Sosial_Budaya_di_Era_Global_9.1_%28BAB_6%29
3. Dampak positif globalisasi dan modernisasi bagi Pancasila

Dampak positif yang diakibatkan oleh globalisasi dan modernisasi bagi Pancasila yang notabene sebagai ideology Negara Indonesia cukup lumayan banyak. Berikut ini akan kami informasikan beberapa diantaranya :
Dampak Terhadap Bangsa / Individu
a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi 
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dampak Terhadap Negara
a. Dampak bidang hukum, pertahanan, dan keamanan :
Semakin menguatnya supremasi hukum, demokratisasi, dan tuntutan terhadap dilaksanakannya hak-hak asasi manusia.
Menguatnya regulasi hukum dan pembuatan peraturan perundang-undangan yang memihak dan bermanfaat untuk kepentingan rakyat banyak.
Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak hukum yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Menguatnya supremasi sipil dengan mendudukkan tentara dan polisi sebatas penjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara yang profesional.
b. Dampak di bidang social budaya
Meningkatkan pemelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagtainya.
c. Dampak di bidang ekonomi sektor perdagangan :
Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan, dan komodit lain memberi peluang kepada Indonesia untuk ikut bersaing mereput pasar perdagangan luar negeri, terutama hasil pertanian, hasil laut, tekstil, dan bahan tambang.
Di bidang jasa kita mempunyai peluang menarik wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam dan budaya tradisional yang beraneka ragam.
d. Dampak di bidang ekonomi sektor produksi :
Adanya kecenderungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara-negara berkembang dengan pertimbangan keuntungan geografis (melimpahnya bahan baku, areal yang luas, dan tenaga kerja yang masih murah) meskipun masih sangat terbatas dan rentan terhadap perubahan-perubahan kondisi sosial-politik dalam negeri ataupun perubahan-perubahan global, Indonesia memiliki peluang untuk dipilih menjadi tempat baru bagi perusahaan tersebut. http://24bit.wordpress.com/2010/03/28/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia/
4. Dampak negatif globalisasi dan modernisasi bagi Pancasila

Selain mempunyai dampak posiitif, ternyata globalisasi juga mempunyai dampak negative bagi pancasila. Dampak yang ditimbulkan beragam, mulai dari individu bangsanya sampai pada negaranya. Diantara dampak-dampak negative tersebut adalah :
Dampak Terhadap Bangsa / Individu
a. Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
b. Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
c. Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
d. Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkankesenjangansosial. http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/dampak-positif-dan-dampak-negatif--globalisasi-dan-modernisasi
Dampak Terhadap Negara
a.Dampak di bidang hukum, pertahanan, dan keamanan :
Peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara semakin berkurang karena hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pihak tentara dan polisi.
Perubahan dunia yang cepat, mampu mempengaruhi pola pikir masyarakat secara global. Masyarakat sering kali mengajukan tuntutan kepada pemerintah dan jika tidak dipenuhi, masyarakat cenderung bertindak anarkis sehingga dapat mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
b. Dampak dibidang sosial budaya :
Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
Semaikin memudarnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang melahirkan gaya hidup berikut ini.
Individualisme : mengutamakan kepentingan diri sendiri
Pragmatisme : melakukan suatu kegiatan yang menguntungkan saja
Hedonisme : Paham yang mengutamakan kepentingan keduniawian semata
Primitif : sesuatu yang sebelumnya dianggap tabu, kemudian dianggap sebagai sesuatu yang biasa/ wajar
Konsumerisme : pola konsumsi yang sudah melebihi batas
Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/ darurat, misalnya sakit,kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang
c. Dampak di bidang ekonomi sektor perdagangan :
Arus masuk perdagangan luar negeri menyebakan defisit perdagangan nasional.
Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
Masuknya wisatawan ke Indonesia melunturkan nilai luhur bangsa.
d. Dampak di bidang ekonomi sektor produksi :
Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari luar. Akibatnya kondisi industry dalam negeri sulit berkembang.
Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
Suatu perusahaan asing memindahkan usahanya keluar negeri mengakibatkan PHK tenaga kerja dalam negeri. 
http://24bit.wordpress.com/2010/03/28/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia/
Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya dapat memilah serta memilih mana yang harus diserap dan mana yang harus ditinggalkan. Agar kita tidak terbawa ke dalam dalam dampak negative, sebaiknya kita selalu berpegang kepada ideology pancasila karena Pancasila-lah acuan yang paling bagus untuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita sebagai ketahanan nasional.

Kaitan Pancasila dan ketahanan nasional adalah kaitan antara idea yang mengakui pluralitas yang membutuhkan kebersamaan dan realitas terintegrasinya pluralitas. Dengan kata lain nasional suatu bangsa adalah perwujudan Pancasila dalam kehidupan nasional suatu bangsa (Abdulkadir Besar, 1996). Perlu dilakukan usaha-usaha yang tiada henti, baik kajian substantive maupun langkah implementatif agar Pancasila semakin bermakna dalam mendukung terwujudnya ketahanan nasional (Rukiyati M. Hum dkk, 2008:149).

Pancasila diharapkan dapat menjadi matriks atau kerangka referensi untuk membangun suatu model masyarakat atau untuk memperbarui tatanan social-budaya. Ada dua fungsi dari Pancasila sebagai kerangka acuan (M.Sastrapratedja,2001) : pertama, Pancasila menjdi dasar fisi yang member inspirasi untuk membangun suatu corak tatanan social-budaya yang akan datang, membangun visi masyarakat Indonesia di masa yang akan datang dan kedua, Pancasila sebagai dasar menjadi referensi kritik social-budaya.(Rukiyati M, Hum dkk, 2008:131)

Pancasila sebagai nilai-nilai dasar yang menjadi referensi kritik social-budaya dimaksudkan agar proses perubahan social budaya yang sangat cepat yang terutama diakibatkan oleh perkembangan ilmu dan teknologi spektakuler, yang terjadi dalam era reformasi ini, tetap didasari dan dijiwai nilai-nilai Pancasila. Kritik sebagai bahan dialok dalam proses mencapai “fusi horizon makna” pembangunan sangat diperlukan sehingga pembangunan dapat dinamis dan konsekstual dalam menghadapi tantangan zaman dan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, bangsa dan Negara (nilai-nilai Pancasila). .(Rukiyati M, Hum dkk, 2008:132)

C. PENUTUP
1. Kesimpulan
Kemajuan bidang teknologi informasi, komunikasi dan transportasi, serta makin menonjolnya kepentingan ekonomi dan perdagangan yang telah mendorong terwujudnya globalisasi dan modernisasi, memberi peluang terjadinya infiltrasi atau masuknya budaya Barat sebagai ukuran tata nilai dunia yang secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara kita.
Terdapat banyak sekali dampak-dampak yang ditimbulkan dari adanya globalisasi dan modernisasi tersebut. Tidak hanya berdampak positif, namun juga berdampak negative. Diantara dampak-dampak yang ditimbulkan, terdapat beberapa dampak yang mengarah kepada bangsa / individu masing-masing. Tetapi ada juga dampak yang menyerang tata kehidupan dalam Negara. 
Untuk itu, Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya dapat memilah serta memilih mana yang harus diserap dan mana yang harus ditinggalkan. Agar kita tidak terbawa ke dalam dalam dampak negative, sebaiknya kita selalu berpegang kepada ideology pancasila karena Pancasila-lah acuan yang paling bagus untuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita sebagai ketahanan nasional.

Kaitan Pancasila dan ketahanan nasional adalah kaitan antara idea yang mengakui pluralitas yang membutuhkan kebersamaan dan realitas terintegrasinya pluralitas. Dengan kata lain nasional suatu bangsa adalah perwujudan Pancasila dalam kehidupan nasional suatu bangsa (Abdulkadir Besar, 1996:149). Perlu dilakukan usaha-usaha yang tiada henti, baik kajian substantive maupun langkah implementatif agar Pancasila semakin bermakna dalam mendukung terwujudnya ketahanan nasional (Rukiyati M. Hum dkk, 2008).

Di setiap sila dalam Pancasila juga berfungsi sebagai pemberi orientasi untuk terbentuknya struktur kehidupan social-politik dan ekonomi yang manusiawi, demokratis dan adil bagi seluruh rakyat (M.Sastrapratedja,2001). Sila pertama dan kedua mengandung imperative etis untuk menghormati martabat manusia dan memperlakukan manusia sesuai dengan keluhuran martabatnya. Sila ketiga mengandung implikasi keharusan mengatasi segala bentuk saktarianisme, yang berarti pula komitmen kepada nilai kebersamaan seluruh bangsa. Sila keempat mengandung nilai-nilai yang terkait dengan demokrasi konstitusional : persamaan politis, hak-hak asasi manusia dan kewajiban kewarganegaraan. Dan sila kelima mencakup persamaan pemerataan.
Maka dari itu, marilah kita bersikap terbuka terhadap globalisasi dan modernisasi, namun tetap harus menjnjung tinggi nilai-nilai Pancasila agar tidak terkena dampak negative dari globalisasi dan modernisasi tersebut.
Pancasila diharapkan dapat menjadi matriks atau kerangka referensi untuk membangun suatu model masyarakat atau untuk memperbarui tatanan social-budaya. Ada dua fungsi dari Pancasila sebagai kerangka acuan (M.Sastrapratedja,2001) : pertama, Pancasila menjadi dasar visi yang memberi inspirasi untuk membangun suatu corak tatanan social-budaya yang akan datang, membangun visi masyarakat Indonesia di masa yang akan datang dan kedua, Pancasila sebagai dasar menjadi referensi kritik social-budaya.(Rukiyati M, Hum dkk, 2008:131)

Daftar Pustaka
Rukiyati M, Hum dkk. 2008. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta:UNY Press
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/konsepsi-penanggulangan-pengaruh-negatif-globalisasi-pada-nilai-nilai-budaya-bangsa-indonesia/ diakses pada tanggal 30 Desember 2010 pukul 18.45 WIB
http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perilaku_Masyarakat_dalam_Perubahan_Sosial_Budaya_di_Era_Global_9.1_%28BAB_6%29  diakses pada tanggal 30 Desember 2010 pukul 18.50 WIB

 http://24bit.wordpress.com/2010/03/28/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia/ diakses pada tanggal 30 Desember 2010 pukul 18.45 WIB
http://24bit.wordpress.com/2010/03/28/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia/ diakses pada tanggal 31 Desember 2010 pukul 13.25 WIB
http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/dampak-positif-dan-dampak-negatif--globalisasi-dan-modernisasi diakses pada tanggal 31 Desember 2010 pukul 13.40 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi#Ciri_globalisasi diakses pada tanggal 30 Desember 2010 pukul 18.26 WIB

0 komentar:

Poskan Komentar